Harga Material Bangunan April 2016

Harga Material Bangunan April 2016

Melakukan aktivitas konstruksi memerlukan momentum dan waktu tertentu yang tepat. Diantaranyan adalah memperhatikan faktor cuaca yang sedang berjalan. Cuaca merupakn faktor yang menyebabkan temperatur dan mengakibatkan seberapa lama adonan semen dan pasir akan mengering. Pada musim kemarau yang mana matahari akan bersinar sepanjang waktu adalah saat paling ideal untuk memulai proyek konstruksi dalam bentuk apapun. Semen yang pada umumnya diaplikasikan pada sisi bangunan akan mengering dalam waktu yang lebih singkat. Dan akan membuat siklus konstruksi akan terus berjalan tanpa kendala dari cuaca. Sedangkan memulai aktivitas proyek konstruksi pada masa musim penghujan adalah pilihan yang tidak dibenarkan. Pengaplikasian semen dan pasir tidak cepat kering juga dapat membasahi lapisan dan mengikis semen yang tertempel. Pada kerangka, dinding, dan fondasi tidak akan seefektif bila dijalankan saat memulai kegiatan proyek di masa kemarau.

Pada periode ini harga material bangunan april 2016 mengalami penyesuaian harga yang mana musim menyebar bibit tanaman sedang berlangsung bagi para petani. Pada masa seperti ini perekonomian cenderung lesu karena tidak hanyadi sektor pertanian yang sedang sibuk dengan urusan. Namun lain halnya dengan pertambangan pasir yang mengalami kenaikan permintaan guna mempersiapkan keperluan segera datangnya hari besar agama. Dengan datangnya hari raya akan memperepat perenovasian sebagian infrastruktur demi lancarnya perjalanan mudik pengguna jalan. Dalam pertengahan tahun ini dimana musim kemarau berada pada puncaknya diperkirakan harga bahan material akan kembali mengalami kenaikan signifikan. Hal ini karena bertepatan dengan hari besar agama dan musim kemarau. Dalam memenuhi kebutuhan semen di dalam negeri perushaan pemroduksi semen dirasa sudah mampu. Sehingga pemerintah tidak perlu melakukan impor dari negara lain membuat harga semen di kuartal ini dirasa relatif stabil.

Dewasa ini semakin minimnya jumlah lahan kosong yang dapat di dirikan bangunan sebagai tempat hunian khususnya jakarta semakin sedikit. Solusi yang diambil adalah membangun bangunan secara vertikal dengan maksud mengurangi pemakaian lahan baru yang semakin mahal dan sulit di dapatkan. Demi mengakomodir masyarakat dapat membeli apartemen atau rumah susun dengan harga bangunan yang lebih terjangkau dibanding membangun baru.