Penggunaan Frasa Dalam Proposal Perpindahan Penduduk

Penggunaan Frasa Dalam Proposal Perpindahan Penduduk – Saya akan menjelaskan mengenai penggunaan frasa dalam proposal perpindahan penduduk. Pada tahun 2015 dan juga meningkatnya populasi penduduk Indonesia secara signifikan dari 236,331 juta jiwa pada tahun 2011 menjadi 254,9 juta jiwa disertainya penurunan populasi ternak sapi perah dari 597,213 ekor tahun 2011 menjadi 525,171 ekor pada tahun 2015 (Anonim, 2016). Peningkatan produksi susu secara kualitas dan kuantitas perlu memperhatikan beberapa faktor yaitu perlunya manajemen pemeliharaan sapi perah yang baik karena hal tersebut mempunyai peran penting dalam peningkatan kualitas produk susu sapi perah.

Penggunaan Frasa Dalam Proposal Perpindahan Penduduk

Proposal ini dapat dilengkapi dengan frasa agar kalimat kalimatnya menjadi lebih baik lagi. Salah satu aspek yang mempunyai pengaruh penting terhadap peningkatan produksi susu sapi adalah manajemen kesehatan agar mengurangi kasus distokia. Distokia merupakan suatu kondisi stadium pertama kelahiran (dilatasi cervik) dan stadium kedua (pengeluaran fetus) lebih lama dan menjadi sulit dan tidak mungkin lagi bagi induk mengeluarkan fetus (Anonim, 2010). akibat adanya kejadian distokia ini membuat sapi yang kemungkinan besar sapi akan terkena retensio placenta (tertahannya plasenta hingga melebih waktu 30 menit setelah pedet lahir). Maka dari itu frasa digunakan dalam proposal.

Sehingga banyak masalah yang ditimbulkan seperti terlambatnya perkawinan, serta berdampak terhadap kesuburan sapi di laktasi berikutnya. Untuk mengurangi kasus distokia tersebut maka perlu dilakukan penggembalaan pada induk bunting menjelang melahirkan.
Padang penggembalaan merupakan suatu areal yang ditumbuhi famili gramineae dan mungkin juga terdapat jenis tumbuhan lainya seperti leguminosa dan tanaman lainya yang digunakan untuk makanan ternak. Sapi kering gembala (pasturing) adalah sapi dalam masa kering kandang yang di lepas dalam suatu area padang rumput sebagai bentuk latihan dan exercise menjelang melahirkan. Tidak heran jika proposal ini terdapat frasa.

Sapi kering gembala ini dilepaskan ke padang rumput tiga sampai empat minggu menjelang melahirkan dan sangat bermanfaat untuk kesehatan sapi, seperti menjaga kondisi tubuh karena mendapat sinar matahari yang cukup, melindungi pertumbuhan janin, perbaikan kaki dan memuda. Berdasarkan latar belakang di atas bagaimanakah efektivitas penggembalaan terhadap pencegahan distokia di PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan? Dari hasil data di PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan (PT. UPBS) pada bulan Juli 2015 tercatat 24 kejadian distokia dari 100 kelahiran, Demikianlah penjelasan mengenai penggunaan frasa dalam proposal. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda. Terima kasih.