Penjelasan Teks Anekdot Beserta Penggunaannya

Penjelasan Teks Anekdot Beserta Penggunaannya – Kali ini saya akan menjelaskan mengenai teks anekdot bbeserta penggunaannya. Pemenuhan nutrisi bagi ternak sapi perah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, mempertahankan produksi dan mendukung berbagai proses produksi lain seperti kebuntingan. Muktiarta (2012) menyatakan pemberian nutrisi yang tidak cukup dapat membatasi sekresi susu sapi perah, sedangkan pemberian pakan di PT. UPBS menunjukkan bahwa kandungan nutrisi dalam pakan jauh lebih besar dibandingkan dengan kebutuhannya, sehingga hal ini yang membuat produksi susu dapat dioptimalkan.

Penjelasan Teks Anekdot Beserta Penggunaannya

Untuk penggunaan teks anekdot selalu berdasar pada ciri teks dan sruktur teksnya. Berdasarkan data yang diperoleh ternyata produksi susu sapi FH di PT. UPBS melebihi rata-rata produksi susu sapi FH di Indonesia. Hal ini terjadi salah satunya dikarenakan kualitas dan kuantitas pakan di PT. UPBS telah mencukupi kebutuhan ternak baik itu untuk kebutuhan hidup pokok maupun produksi susunya. Rizki, dkk. (2015) menyatakan bahwa peningkatan produksi susu sapi perah ditentukan oleh kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan. Ternak dengan produksi susu yang tinggi maka semakin tinggi juga kebutuhan pakannya, apabila jumlah pakan yang dikonsumsi lebih rendah dari kebutuhan ternak, maka produksi susu kurang optimal.

Penggunaan rasio pakan selama bulan Maret 2016 sebesar 36,17% : 63,83% dengan rata-rata konsumsi pakan 23,77 kg dan didapatkan produksi susu rata-rata sebesar 31,93 kg/ekor/hari. Analisis data statistik diperoleh seperti gambar di bawah. Berdasarkan diagram diatas konsumsi pakan sebagai variabel X yaitu variabel bebas dan produksi susu sebagai variabel Y yaitu variabel terikat. Arah garis yang terbentuk terlihat sedikit menurun ke kanan dengan titik-titik koordinat yang tidak beraturan, hal ini menunjukan bahwa korelasi negatif sangat lemah. Inilah sedikit penjelasn mengenai teks anekdot. Jenis teks ini berguna untuk melengkapi sebuah proposl agar lebih sempurna.

Pernyataan ini diperkuat dengan hasil perhitungan menggunakan rumus korelas pearson didapatkan koefisien korelasi (r) sebesar -0,1435 dengan kofisien determinasi (R2) sebesar 2,07%. Hasan (2003) menyatakan nilai koefisien korelasi antara 0 – 0,20 adalah korelasi sangat lemah atau lemah sekali. Hasil nilai korelasi yang sangat lemah ini dikarenakan data konsumsi pakan dari hari satu ke hari yang lainnya mempunyai kisaran yang sedikit yaitu antara 20,43-26,60 kg sehingga dengan perbedaan yang sedikit ini produksi susu yang dihasilkan juga mempunyai kisaran antara 24,22 – 37,89. Demikianlah penjelasan mengenai teks anekdot dan penggunaannya dalam proposal. Terima kasih.