7 Cara Paling Baik dan Tepat Untuk Memilih Kontraktor Bangunan

kontraktor bangunan

kontraktor bangunanDaftar kontraktor bangunan 7 cara memilih tepat dan terbaik. Daftar kontraktor bangunan yang tepat dan terbaik terkadang membingungkan para investor atau pengusaha. Apalagi dalam sesi lelang yang berjalan amat ketat, di mana para kontraktor yang ikut tentunya berasal dari grade yang setara. Biasanya, proyek yang sangat besar budgetnya juga akan dipecah untuk dikerjakan oleh beberapa kontraktor. Tujuannya untuk menghindari “kegagalan” yang mungkin akan terjadi bilamana hanya dikerjakan satu perusahaan konstruksi saja.

Berikut adalah beberapa cara memilih daftar kontraktor bangunan yang tepat dan terbaik. Agar proyek berjalan dengan lancar:

Daftar Kontraktor Bangunan

  1. Pilihlah Kontraktor yang Sesuai dengan Grade

Dalam memilih satu atau beberapa dari daftar kontraktor bangunan, perhatikan baik-baik grade-nya. Perusahaan harus memiliki grade yang setara dan lebih dari nilai proyek. Kalau proyeknya mencapai 100 milyar misalnya, maka harus pilih yang grade 7.

  1. Mencegah Tindakan Suap

Terkadang ada satu atau beberapa dari daftar kontraktor bangunan yang ternyata bermain curang. Dengan jalan menyogok oknum tertentu agar menang tender. Biasanya yang begini untuk proyek-proyek milik pemerintah. Maka cegahlah tindakan curang macam ini!

  1. Melihat Track Record Kontraktor

Lihatlah track record-nya. Jangan sampai tertipu dengan nilai tawar dan presentasi memukau sesaat pada sesi lelang. Karena pengalaman kerja tidak akan membohongi hasil dan pekerjaan nyata di lapangan.

  1. Memilih Kontraktor dengan Nilai Tawar yang Logis

Pada acara lelang tender atau sesi penunjukkan langsung kontraktor. Pastilah ada negosiasi tentang nilai kontrak. Sebaiknya pilihlah daftar kontraktor bangunan dengan nilai tawar yang logis. Jangan tergiur dengan nilai murah. Karena kualitas cenderung mengikuti harga!

  1. Membuat Perjanjian Kontrak yang Jelas dan Terikat Hukum

Hitam di atas putih harus selalu ada dalam konsesi. Kalau sudah deal memilih kontraktor. Maka konsesi ini harus dibuat secara sah dan legal di hadapan hukum. Jadi kalau ada kejadian-kejadian yang merugikan bisa ditangani secara hukum positif negara.

  1. Membuat Tenggat Waktu Pelaksanaan Proyek

Jangan lupa untuk membuat deadline atau tenggat waktu pelaksanaan proyek. Waktunya ini tercantum dalam kontrak, agar pekerjaan proyek menjadi teratur dan terencana.

  1. Mengawasi Jalannya Proyek Konstruksi

Dan jika proyek konstruksi dan jasa kontraktor sudah berjalan. Maka siapapun dari daftar kontraktor bangunan yang menang tender dan penunjukkan langsung, haruslah diawasi. Jangan langsung dilepas begitu saja. Awasilah proyeknya selalu!

Kesalahan dalam memilih daftar kontraktor bangunan akan membuat proyek konstruksi berjalan kacau. Untuk itu, harus cermat dalam memilih. Jangan sampai ada acara sogok-menyogok agar menang tender. Biasanya kasus suap ini terjadi dalam proyek yang nilainya besar sekali.