Contoh Teks Diskusi Dalam Pembuatan Proposal

Contoh Teks Diskusi Dalam Pembuatan Proposal –¬†Pembahasan kali ini ialah contoh teks diskusi dalam pembuatan proposal. Oleh karena itu, sangat penting untuk memaksimalkan tingkat fertilisasi dan tingkat kebuntingan serta kemampuan untuk mendeteksi sapi yang tidak bunting secepatnya (Ball dan Peters, 2004). Fertilitas maksimum pada sapi terjadi pada hari ke 69-90 hari setelah beranak (Siregar, 1996 ; Hafez, 2000; dalam Triwulanningsih, dkk., 2009). Service period adalah periode dari kawin pertama setelah beranak hingga kawin terakhir yang menghasilkan kebuntingan. Service period berkaitan dengan nilai jumlah kawin perkebuntingan(S/C) karena semakin banyak jumlah perkawinan yang dibutuhkan untuk bunting maka akan semakin lama service period berlangsung.

Contoh Teks Diskusi Dalam Pembuatan Proposal

Dalam pembuatan proposal terdapat contoh teks diskusi yang dilakukan oleh anggota anggota didalamnya. Menurut Cilek (2009) waktu service period ideal pada sapi perah berada pada 60-90 hari setelah beranak. Siklus berahi normal pada sapi berkisar antara 17-25 hari (Salisbury dan Vandemark, 1985) dengan rata-rata 21 hari pada umumnya (Ball dan Peters, 2004). Siklus berahi pada sapi kembali berjalan pada hari ke 50 hingga ke 60 setelah beranak (Toelihere, 1985). Perkawinan yang dilakukan terlalu dini sesudah kelahiran akan berpengaruh terhadap konsepsi, karena berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan (involusi) uterus pada keadaan normal (Triwulaningsih, dkk., 2009).

Keberhasilan kebuntingan bergantung pada kemampuan induk untuk bunting dan mempertahankan kebuntingan setelah dikawinkan, kesinambungan siklus ovari dan ketepatan dalam deteksi berahi terhadap sapi-sapi yang tidak bunting pada kawin pertama setelah beranak (Ball dan Peters, 2004). Ketepatan deteksi berahi merupakan suatu faktor penting dalam keberhasilan inseminasi dan berdampak positif dalam mengontrol selang beranak serta meningkatkan angka konsepsi (Anggraeni, 2008). Sapi yang telah dikawinkan tetapi tidak menghasilkan kebuntingan harus menunggu hingga siklus berahi selanjutnya untuk dapat dikawinkan kembali. Inilah proposal yang mengandung contoh teks diskusi.

Perkawinan berulang terhadap sapi perah akan memperpanjang service period dan lama laktasi yang pada akhirnya memperpanjang selang beranak dari sapi tersebut (Hastono dan Adiati, 2008). Lama kosong atau days open adalah interval sapi dari beranak sampai kawin yang menghasilkan kebuntingan (Poock, dkk., 2009). Lama kosong merupakan faktor yang penting dalam tatalaksana sapi perah dalam hal waktu menentukan kebuntingan, panjang masa kosong akan berbeda pada tiap ternak (Payne, 1970). Demikianlah contoh teks diskusi dalam pembuatan proposal yang dapat saya bagikan.