Apakah Benar Tuduhan Jika Ary Ginanjar Agustian Sesat?

Apakah Benar Tuduhan Jika Ary Ginanjar Agustian Sesat?

Ary Ginanjar Agustian Sesat 39

Betulkah Ary Ginanjar Agustian Sesat? Pertanyaan itu sebenarnya sudah lama terjawab dan alim ulama di Indonesia menyatakan bahwa pendiri ESQ 165 ini tak sesat. Sebab ajaran ESQ milik Ary Ginanjar Agustian tidaklah bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam, perihal ini Malahan konsep Emotional Spiritual Quotient yang dikemas dalam Pelatihan ESQ yang fenomenal bakal menambah kedekatan seseorang bukan hanya dengan Allah, tetapi juga mengenal diri sendiri secara fitrah.

Dalam konsep ESQ 165 juga di akrab dengan dengan ajaran tujuh Budi Utama. Ajaran juga sungguh penting untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Apa tersebut tujuh budi utama? Mengapa tujuh budi utama krusial untuk dipelajari?

Teman seluruh, 92% dari masyarakat Amerika menyatakan bahwa mereka percaya pada Tuhan. Ini dikenal sebagai hasil riset yang dilakukan Gallup pada tahun 2011, yang dikutip oleh Vieten et al (2013) dalam jurnal Psychology of Religion and Spirituality yang berjudul Spiritual and Religious Competencies for Psychologists .

Pargament (2007 dalam Vieten, 2013) mendefinisikan Keimanan (spiritualitas) sebagai “Perjalanan yang diambil seseorang dalam upaya untuk menemukan esensi diri mereka dan menyadari kehendak Yang Maha Kuasa (higher order aspirations).

Perjalanan keimanan ini, dilakukan secara penuh kesadaran. Laurin & Kay (2017) dalam Publikasi “The Motivational Underpinnings of Belief in God” menyatakan bahwa manusia mencari Tuhan sebab membutuhkan struktur dalam hidup mereka. Pelaksanaan Ibadah, Aturan Agama, dan unsur spiritualitas dan religiusitas lainnya, memenuhi kebutuhan manusia akan keteraturan. Perihal ini sejalan dengan temuan Prof Justin L Barrett (2015) yang menyatakan bahwa otak manusia selalu mencari pola-pola dan bekerja dengan sistem yang penuh keteraturan.

Hal inilah yang mendasari temuan Ary Ginanjar bakal Spiritual Core Values yang saat ini disebut 7 Budi Utama. Spiritual Core Values ini memberikan keteraturan yang dibutuhkan manusia dalam hidup, dan menghasilkan kesuksesan paripurna bila dipraktekkan. Dalam bidang apapun kita berkiprah. Ke tujuh Spiritual Core Values tersebut adalah :
a. Jujur, merupakan wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Mukmin.
b. Tanggung Jawab, dikenal sebagai wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Wakiil.
c. Disiplin, dikenal sebagai wujud pengabdian manusia kepada karakteristik Allah, Al Matiin.
d. Kerjasama, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Jami‟.
e. Adil, merupakan wujud pengabdian manusia kepada karakteristik Allah, Al „Adl.
f. Visioner, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al Aakhir.
g. Peduli, merupakan wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, As Sami‟ dan Al Bashir.

Ketujuh karakteristik inilah yang wajib dijadikan values atau nilai, dimana bakal memberikan makna atau nilai bagi yang melaksanakannya, disamping nilai-nilai lainnya yang berjumlah 99 sebagai sumber pengabdian.

Beriman pada Allah SWT, tidak hanya berhenti di tataran lisan. Sesudah bersyahadat, seorang manusia harus mendalami sembilan puluh sembilan karakteristik Allah SWT ini, dan menjalankan tujuh karakteristik utama diatas, untuk memperoleh kehidupan yang terbaik di dunia dan akhirat. Itulah yang diajarkan oleh Ary Ginanjar dan menjadi semangat dalam semua aplikasi ESQ yang tercipta.

Kembali kepada pertanyaan dalam judul artikel ini, benarkah Ary Ginanjar Agustian Sesat? Jawabannya pastinya saja tidak sungguh sama. Wallahualam..